Organisasi
pelayanan kesehatan
Organisasi
pelayanan kesehatan merupakan organisasi berbadan hukum yang pada aktivitas pokoknya memberikan pelayanan kesehatan bagi
masyarakat dengan tujuan mencapai pelayanan yang berkualitas dan bermutu
sebagai upaya peningkatan kesehatan
masyarakat.
Jenis
organisasi pelayanan kesehatan
-
Rumah
sakit
-
Puskesmas
-
posyandu
-
Klinik
A.
Rumah
Sakit
Berasal
dari bahasa latin “hospes” yang
berarti “keramahan”. Pada abad
pertengahan rumah sakit berfungsi sebagai penampungan musafir dan orang
miskinMerupakan institusi pelayanan kesehatan profesional yang pelayanannya
disediakan oleh dokter, perawat, dan tenaga - tenaga kesehatan lainnya yang
menyediakan pelayanan paripurna, kuratif, preventif serta promotif
a. Sejarah
-
Pada
periode awalnya rumah sakit didirikan oleh organisasi - organisasi keagamaan
-
Pada
periode awal rumah sakit hingga 1900-an
disebut juga periode perwalian rumah sakit (thrustership)
-
Pembiayaan
oleh dewan perwalian (yayasan, terutama yayasan keagamaan) sebagai pemilik
rumah sakit.
-
Teknologi
dan manajemen sangat sederhana, pengobatan hanya sebatas menghilangkan gejala
bukan menghilangkan penyakit secara keseluruhan
-
Rumah
sakit menjadi simbol sosial, pegawai bersifat sukarelawan dan kemanusiaan,
pasien membayar semampunya
-
Tahun
1920-an berkembang pendidikan kedokteran ke arah kedokteran ilmiah, periode ini
disebut juga periode kedokteran
-
Dokter
terlibat secara mendalam
-
Kemajuan
teknologi kedokteran memberi dampak pada rumah sakit, berkembangnya
spesialisasi kedokteran dan pemeriksaan laboratorium
-
Terjadi
ekspansi teknologi kedokteran perkembangan fasilitas diagnostik &
terapetik, serta sumber pendanaan
-
Munculnya
asuransi kesehatan di lingkunga sosial - politik
-
Periode
administrasi ditandai dengan makin pesatnya :
Ø
Riset
kedokteran
Ø
Teknologi
kedokteran nuklir
Ø
Anti
kanker
Ø
Transplantasi
& imunisasi
-
Perubahan
peran dokter dari individu ke bentuk tim (adanya kolaborasi dengan tenaga
kesehatan lainnya)
-
Rumah
sakit berubah menjadi perusahaan besar & padat karya, teknologi, profesi,
serta permodalan, sehingga perlu manajemen informasi yang baik
-
Penggunaan
teknologi akuntan keuangan, dan sistem rekayasa manajemen yang baik
-
pada tahun 1990-an disebut juga periode tim
-
Muncul
permasalahan kelebihan tenaga kesehatan
-
Persaingan
pelayanan kesehatan muncul seiring berkembangnya rumah sakit swasta
-
Pendekatan
tim dilakukan (antar profesi medis maupun non medis) guna mempertemukan
pelayanan kesehatan bagi masyarakat
-
Terjadi
konflik interdisipliner
b. Klasifikasi
1.
Rumah
sakit tipe A
Rumah
sakit yang mampu memberi pelayanan kedokteran spesialis dan subspesialis luas,
ditetapkan oleh pemerintah sebagai rujukan tertinggi
2.
Rumah
sakit tipe B
Rumah
sakit yang memberi pelayanan spesialis dan subspesialis terbatas, menampung
rujukan kabupaten
3.
Rumah
sakit tipe C
Rumah
sakit yang memberi pelayanan spesialis terbatas yaitu penyakit dalam, bedah,
bedah anak dan kebidanan
4.
Rumah
sakit tipe D
Rumah
sakit bersifat transisi karenan pada suatu saat dapat ditingkatkan menjadi tipe
C pelayanan yang disediakan : kedokteran umum, & gigi
5.
Rumah
sakit tipe E
Rumah
sakit yang hanya menyediaka pelayanan
khusus, hanya 1 pelayanan kedokteran
B.
Puskesmas
Merupakan
unit pelayanan kesehatan yang memeberi pelayanan kesehatan secara preventif,
kuratif secara terpadu, menyeluruh dan mudah dijangkau dalam lingkup wilayah kerja
kecamatan di kabupaten/kota, berbeda dengan rumah sakit yang tidak mempunyai
wilayah kerja, dalam artian wilayah kerja rumah sakit adalah luas
Kegiatan
pokok puskemas :
Ø
Kesehatan
ibu & anak
Ø
KB
Ø
Gizi
Ø
Kesehatan
lingkungan
Ø
Pencegahan
penyakit menular
Ø
Penyuluhan
& perawatan kesehatan masyarakat
Ø
Pengobatan
Ø
Usaha
kesehatan : gizi, sekolah, dan jiwa
Ø
Laboratorium
Ø
Pencatatan
dan pelaporan
a.
Sejarah
Pada masa
awal diterapkannya puskesmas (1969)
sangat sedikit perhatian pemerintah, sebelumnya pelayanan kesehatan masyarakat
ditangani oleh balai pengobatan, balai kesehatan ibu dan anak, dan balai
kesejahteraan unit-unit tersebut berdiri
sendiri-sendiri dan tersebar di tiap kecamatan, tidak saling berhubungan secara
langsung melaporkan kegiatannya ke dinkes. Unit-unit tersebut pada umumnya
dipimpin oleh seorang mantri yang latar pendidikannya sebagai pembantu perawat
atau perawat.
Sejalan
dengan penerapan konsep puskesmas pada tahun 1969 maka mulailah dibangun
puskesmas-puskesmas di beberapa wilayah yang dikepalai oleh dokter wilayah yang
membawahi beberapa wilayah kecamatan, di tingkat kabupaten dipimpin oleh dokter
kabupaten yang membawahi dokwil. Pada tahun 1976 dibentuklah PKMD (pembangunan
kesehatan masyarakat desa) yang merupakan perpanjangan konsep puskesmas dengan
tujuan memperluas jangkauan pelayanan kesehatan oleh swasta maupun pemerintah
b.
Staratifikasi
puskesmas
1.
Strata
1
Merupakan
puskesmas dengan prestasi yang sangat baikl
2.
Strata
2
Puskesmas
dengan prestasi standartart
3.
strata
3
merupakan
puskesmas dengan prestasi dibawah rata2
C.
posyandu
posyandu
merupakan organisasi pelayanan kesehatan yang merupakakn bentuk baru dari PKMD yang pertama kali didirikan oleh
pemerintah republik RI di yogyakarta pada tahun 1986. Sejak saat itu posyandu
tumbuh dengan pesat. Pada tahun 1990 kelauarlah instruksi menteri dalam
negeritentang peningkatan mutu pengelolaan posyandu. Pengelolaan posyandu
dilakukanm oleh kelompok kerja operasional yang merupakan kerja sama pemda dengan masyrakat.
a. Tujuan
1.
Memepercepat
penurunan angka kematian bayi & balita
2.
Mempercepat
penerimaan norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera
3.
Berkembangnya
kegiatan kegiatan masyarakat sesuai kebutuhan & kemampuan
b. Pelayanan 5 meja
-
Meja
1 :
pendaftaran pengunjung posyandu oleh kader
kesehatan
-
Meja
2 :
penimbangan bayi, balita & ibu hamil
oleh kader kesehatan
-
Meja
3 :
pencatatan
hasil penimbangan, dari meja 2 ke dalam KMS
-
Meja
4 :
penyuluhan pada ibu bayi/balita atau ibu
hamil oleh kader kesehatan
-
Meja
5 :
pemberian
informasi pemasangan alat kontrasepsi, pengobatan bayi, pemeriksaaan ibu hamil
oleh petugas kesehatan, bila kasus tidak bisa dilayani dirujuk ke
puskesmas
c.
Program
posyandu
-
Kesehatan
ibu dan anak
-
Keluarga
berencana
-
Gizi
-
Penanggulangan
diare
-
imunisasi
D.
klinik
merupakan
fasilitas medis kecil yang hanya melayani keluhan tertentu. Biasanya klinik
dijalankan oleh LSM atau dokter - dokter yang ingin menjalankan praktek
pribadi, pada umumnya hanya menerima pelayanan rawat jalan saja. Kumpulan dari
klinik disebut dengan poliklinik. Dari pendanaan, pengelolaan, dan
operasionalnya klinik bisa bersumber
dari pribadi atau publik (organisasi sosial)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar